Apakah hidup ini tak dapat berubah untukku, ataukah aku yng harus berubah untuk hidup?
Bersedihlah kau maka kamu akan bersedih sendirian,tertawalah kamu maka dunia akan ikut tertawa bersamamu.sebuah filosofi yang sangat kejam tapi juga patut kita garis bawahi.begitukah?
Aku berusaha untuk haru dalam keharuan saudaraku,temanku,kekasihku, tapi apakah mereka mau haru untuk keharuan ku?
Sudahlah itu tak perlu kita bhs terlalu dalam yang ada akan menusuk diri sendiri bukan!
Aku cuma tak ingin mendahaului takdiryang blm terjadi padaku dengan sebuah keputusasaa.menurutku itulah yang terbaik bagiku sekarang,meski cinta itu tak berpihak padaku.meski dunia akan runtuh.tapi hidup akan terus berjalan.
Senin, 25 Februari 2008
Rabu, 20 Februari 2008
sebuah kisah seseorang
my foot_note
kita hampir tau jaman kita masih balitakita sedikit inget jaman kita TKkita banyak tau jaman kita SDkita tau jaman smpkita tau jaman smakita tau jaman kulia
cuma kita ga tau jalan jaman selanjutnya apaapa mungkin masih bisa liat matahari pagi lagi?apa masih bisa nyeduh kopi santai sambil ngulet2 lagi?apa masih keburu buat mandi dan larut dalam rutinitas selanjutnya?apa mungkin masih bisa ketawa dan brcengkrama dgn hangatnya, sahabat?!apa masih mungkin meraih wanitaku?masih bisa ga aku cium tangan bapak?masih sempat aku sujud di kaki ibu?
apa terlalu cepat hingga gw tau2 diambil di jalan?
saking terlalu cepatnya hingga gw ga lagi sempatPamit ibu, kalo aku ga bisa pulang rumah lagi hari ini dan besok..Kabari bpk, kalo aku makin dewasa hari ini lho..Amanatkan adik, buat menggantikan posisi gw di rumah, yang akur!Sapa sahabat, tentang hutang yg terjadi dan belum smpet gw lunaskanIngetin wanitaku, kalo gw bangga dia yg trkhir dan gw ga pernah beranjak tua!
.....dan....
sadarkan gw kalo masih banyak tanggung jawab dan kewajiban yang akhirnya 'terpaksa' tertelantarkan dan dihibahkan ke orang lain !ngerepotin aja ya gw!!dan masih banyak amal dan ibadah yang belum dikumpulin buat bekal..maafin gw orang2 tersayang yang sudah,sedang dan jikalau gw sakitin.
Sebelum semuanya terjadi...
kita hampir tau jaman kita masih balitakita sedikit inget jaman kita TKkita banyak tau jaman kita SDkita tau jaman smpkita tau jaman smakita tau jaman kulia
cuma kita ga tau jalan jaman selanjutnya apaapa mungkin masih bisa liat matahari pagi lagi?apa masih bisa nyeduh kopi santai sambil ngulet2 lagi?apa masih keburu buat mandi dan larut dalam rutinitas selanjutnya?apa mungkin masih bisa ketawa dan brcengkrama dgn hangatnya, sahabat?!apa masih mungkin meraih wanitaku?masih bisa ga aku cium tangan bapak?masih sempat aku sujud di kaki ibu?
apa terlalu cepat hingga gw tau2 diambil di jalan?
saking terlalu cepatnya hingga gw ga lagi sempatPamit ibu, kalo aku ga bisa pulang rumah lagi hari ini dan besok..Kabari bpk, kalo aku makin dewasa hari ini lho..Amanatkan adik, buat menggantikan posisi gw di rumah, yang akur!Sapa sahabat, tentang hutang yg terjadi dan belum smpet gw lunaskanIngetin wanitaku, kalo gw bangga dia yg trkhir dan gw ga pernah beranjak tua!
.....dan....
sadarkan gw kalo masih banyak tanggung jawab dan kewajiban yang akhirnya 'terpaksa' tertelantarkan dan dihibahkan ke orang lain !ngerepotin aja ya gw!!dan masih banyak amal dan ibadah yang belum dikumpulin buat bekal..maafin gw orang2 tersayang yang sudah,sedang dan jikalau gw sakitin.
Sebelum semuanya terjadi...
Minggu, 17 Februari 2008
sebuah kebenaran
hari ini hari yang ga bakal aku lupakan dimana aku bertemu kembali dengan seorang 6ang lama tak kutemui namun aku rindukan. seorang wanita yang tegar berjiwa anggun namun dengan sejuta intelektual yang luar biasa. ya dialah seorang wanita ang dulu8 aku kenal saat aku duduk di bangku SMU dibangku dan dikelas yang penuh keboborokan moral dan idealisme. namun dia tetap berdiri tegar dengan sebuah tekad untuk dapat maju meski lingkungan tak mendukungnya. aku blajar byk dari dirinya. belajar kan perjuangan yang tanpa kenal lelah. sebuah kehidupan yang terus akan dia jalani meski banak aral melintang. sebauh cinta yang akan terus tumbuh untuk dirinya,kluarganya dan org disekiatanya dari hati ang terdalam. sebuah pengabdian akan seorang anak yatim yang hanya mempunyai9 seorang ibu dan harus dia jaga. sebagai seorang adik yang harus tetap opan terhadap ka2knya. seorang siswa dengan sejuta intelektual namun tetap rendah diri terhadap teman2. itulah hidupnya ang begitu hebat ia jalani atnpa keangkuhan. sosok itu adalah seorang wanita yang berumur +/- 21th, seorang mahasiswa Fisipol UGM jaurusan Ilmu komunikasi dan sosok itu bernama Atik Muttaqin. sebuah nama yang sederhana namun dengan sjuta makna. sosok itulah ang sangat aku cintai sebagai teman yang telah banyak memberi aku arti akan sebuah hidup yang harus terus kita perjuangkan.
terimakasih teman,semoga engkau suksews disana&pasti nanti kita akan bertemu lagi dalam sebuah perhelatan hebat yang akan aku bwt untuk dirimu serta teman2 civitas almamater Man 2 Yogyakarta. Amin!
terimakasih teman,semoga engkau suksews disana&pasti nanti kita akan bertemu lagi dalam sebuah perhelatan hebat yang akan aku bwt untuk dirimu serta teman2 civitas almamater Man 2 Yogyakarta. Amin!
Jumat, 08 Februari 2008
"kehidupan bukanlah sebuah nyala lilin yang singkat teman.
kehidupan adalah sebuah nyala obor yang indah yang harus qt jaga untuk selanjutnya qt serahkan ke penerus kita."
Apakah itu sebuah idealisme yang tinggi yang sanggup aku emban lagi setelah aku mengetahui inilah sebuah realitas yang ada yang dimana kita tak bisa untuk terus disitu.
Apakah menyerah seperti ini adalah jawaban bagiku.
Sakit aku mengingat itu semua,dimana humanisme ini semakin mengharukan bagi ku teman.
Tragis dan ironiskan hidup.
saat kita bersedih tapai kita harus tertawa,saat jalan semakin berat dan kita ingin berhenti, namun hanya keterpaksaan yang ada disini.
Apakah setiap manusia boleh bertanya untuk apa hidupnya?
Ataukah kita harus terus berjuang untuk mendapatkn jawaban itu sendiri.
kehidupan adalah sebuah nyala obor yang indah yang harus qt jaga untuk selanjutnya qt serahkan ke penerus kita."
Apakah itu sebuah idealisme yang tinggi yang sanggup aku emban lagi setelah aku mengetahui inilah sebuah realitas yang ada yang dimana kita tak bisa untuk terus disitu.
Apakah menyerah seperti ini adalah jawaban bagiku.
Sakit aku mengingat itu semua,dimana humanisme ini semakin mengharukan bagi ku teman.
Tragis dan ironiskan hidup.
saat kita bersedih tapai kita harus tertawa,saat jalan semakin berat dan kita ingin berhenti, namun hanya keterpaksaan yang ada disini.
Apakah setiap manusia boleh bertanya untuk apa hidupnya?
Ataukah kita harus terus berjuang untuk mendapatkn jawaban itu sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)